Translate

Kamis, 20 September 2018

Terpadamu



Terpadamu
oleh : Dini Juarsih Anggraeni

Terpadamu; luasan bumantara
Tempat tuhan mengasuh sembilu dan anak cucunnya
Aku tulis puisi; muara irama renjang-dikana
Biar habis rinduku seluruh
Biar tenang jalanku akanmu

Rindu adalah rentang kenang
Ruang antara lorong lengang dan huru hara gemintang
Sedang kau berada di ujung pulau
Tiada jalan untukku menjangkau

Maka biarkan aja aku tak henti menulis puisi
Latar untuk segala yang tersembunyi
Dan berharap tuhan lekas menulismu nyata
Agar tak sebatas untaran doa doa
Atau bahagia yang luput dari jamah

Minggu, 16 September 2018

Mengenang adalah keahlianku

        Aku menulis ini saat waktu menunjukan pukul 22.58. yah.. Setelah lelah dengan tugas yang menumpuk ini aku rasanya ingin berbagi lagi tentang apa saja yang kurasakan.Mungkin ini tentang kalian, orang orang yang menemani kehidupan rantau pertamaku. 
           
         
         hallo para citizens arsitektur. Tulisan ini berbau flashback,siapkan tissue ya kalian wkwk. pertama kali mengenal kalian digrup angkatan arsitektur sebagai mahasiswa baru yang lugu.Saling berkenalan dan sharing tentang cita cita, amat lugu dan bersahaja. Lalu kita bertemu di masa orientasi kampus, dan kalian para lelaki harus botak licin selama berbulan bulan. Kalian itu juga guru pertamaku soal gambar dan desain. Karna keahlian gambarku sangat minim, kalianlah orang orang yang membantu mengatasi itu.

          Seiring berjalannya waktu, tugas besar menghampiri, itulah masa dimana mahasiswa baru adalah nama masa lalu, kita mulai berkutat pada meja gambar hampir 18  jam per hari. Menangis adalah keahlian kedua kita selain membuat denah tipe 36 hahaha.

          Kita mulai berkembang,bukan?. Seiring berjalannya waktu, kita berorganisasi, dipimpin pakwo Asep (Bapak Ketuo,rd;Bapak Ketua). Ribut mengenai visi misi dan rasa idealis. Dan kaum lelaki yang menjadi mayoritas ini mulai mengikuti aliran teknik sejati; gondrong.

         Kita tidak pernah melakukan segala hal sendirian. Sedih adalah hal yang harus diarungi bersama, dan bahagia adalah tujuan kita semua. 

             Teman, aku rindu menjadi bagian dari kalian, mengenang ternyata membosankan. bukan tak cinta institusi saat ini, tapi aku memandang kalian dengan cara berbeda, dan kalian merangkulku dengan penuh kehangatan.Jika disini aku menemui sahabat, maka kalian yang kutemui sebelumnya adalah keluarga. Kalian adalah pembentuk mentalku untuk siap menghadapi dunia. Mereka bilang, teknik keras, penuh senioritas, tapi mereka tidak tahu bahwa kutemui banyak cinta disini.

           Kau tau apa yang paling ku rindu?
memburu senja bersama kalian. pantai adalah maskot kita. dimana setiap melihatnya ada rekah senyum kita disana. Aku juga rindu kopi hitam penangkal kantuk, disini tak ada yang suka. Kalian siap jadi manusia paling menyenangkan disaat putus cinta. Kalian adalah pacar terbaikku sepanjang masa kuliah disana,tak perlu ku cari lelaki yang menjagaku, karna kalian lebih dari cukup.

         Maaf, maaf jika aku meninggalkan kalian. Terimakasih telah menjadi keluarga pertama di perantauan pertama. semoga tuhan mempertemukan kita dimasa masa yang akan datang.Ku tunggu cerita sukses kalian, para orang orang hebat!


Jika kalian membaca ini,
sampaikan pada yang lain,
aku rindu.