Yang fana adalah waktu
oleh : Sapardi Djoko Damono
Yang fana adalah waktu
Kita abadi
Memungut detik demi detik
Merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa
" Tapi , yang fana adalah waktu , bukan ? ", Tanyamu
Kita abadi.
Translate
Jumat, 14 Desember 2018
:)
paradigma yang lahir selama aku berkontemplasi, mengajariku untuk peduli , bahwa pertemuan menghadirkan banyak maksud yang sengaja Tuhan sembunyikan. Termasuk sakit hati yang Tuhan hadiahkan.Begitupun dengan sakit yang pernah kamu ceritakan.
Setelah semua yang pernah dihadapi , setiap jalan terjal yang pernah dilewati , pernahkah kamu berfikir kemana arah tujuan yang hendak kau datangi ? Untuk apa semua yang pernah terjadi ini ? Tidak kah kamu memungkinkan kita hidup dalam sebuah komposisi yang impresif ?
Dan semua itu tidak akan terjadi , jika kita tidak memaknai setiap kejadian yang kita alami. Begitupun proses menemukanmu yang sudah kulewati , tidak semudah yang kau bayangkan.Sebab proses ini tidak hanya melibatkan raga , namun juga rasa yang pernah ditempa berkali - kali dengan panasnya suhu kota Jakarta , dan penduduknya.
Dengan demikian , aku ingin kamu tahu , bahwa di dalam proses menemukanmu , aku telah belajar untuk hidup.
Lantas , maukah kamu hidup bersamaku ?
Setelah semua yang pernah dihadapi , setiap jalan terjal yang pernah dilewati , pernahkah kamu berfikir kemana arah tujuan yang hendak kau datangi ? Untuk apa semua yang pernah terjadi ini ? Tidak kah kamu memungkinkan kita hidup dalam sebuah komposisi yang impresif ?
Dan semua itu tidak akan terjadi , jika kita tidak memaknai setiap kejadian yang kita alami. Begitupun proses menemukanmu yang sudah kulewati , tidak semudah yang kau bayangkan.Sebab proses ini tidak hanya melibatkan raga , namun juga rasa yang pernah ditempa berkali - kali dengan panasnya suhu kota Jakarta , dan penduduknya.
Dengan demikian , aku ingin kamu tahu , bahwa di dalam proses menemukanmu , aku telah belajar untuk hidup.
Lantas , maukah kamu hidup bersamaku ?
Teruntuk, dia
Dulu, selagi raga itu bisa kupeluk,
Kufikir hadiah terbaik adalah setangkai bunga,
Dengan kue cokelat kesukaannya,
Nyata betul kufikir rasa sayangku ini
Tapi setelah semua ini,
Aku tersentak ,
Ternyata kado yang dia inginkan bukanlah "perayaan sehari"
Ia mengajarkanku bahwa ternyata
Ada sesuatu yang lebih mampu menembus ruang juga waktu,
Yang mahalnya melebihi pundi - pundi yang ku kumvulkan untuk hari ini,
Yang lebih mampu menyampaikan sayangku tanpa perlu malu - malu ,
Ia bernama " Doa"
Tulus, ikhlas , sederhana
Manis sekali, bukan ?
Selamat hari ibu , ibuku
Semoga tuhan memelukmu lebih erat hari ini,
Agar kau tahu bahwa aku yang dibumi,
Tak pernah lelah merindu
Kufikir hadiah terbaik adalah setangkai bunga,
Dengan kue cokelat kesukaannya,
Nyata betul kufikir rasa sayangku ini
Tapi setelah semua ini,
Aku tersentak ,
Ternyata kado yang dia inginkan bukanlah "perayaan sehari"
Ia mengajarkanku bahwa ternyata
Ada sesuatu yang lebih mampu menembus ruang juga waktu,
Yang mahalnya melebihi pundi - pundi yang ku kumvulkan untuk hari ini,
Yang lebih mampu menyampaikan sayangku tanpa perlu malu - malu ,
Ia bernama " Doa"
Tulus, ikhlas , sederhana
Manis sekali, bukan ?
Selamat hari ibu , ibuku
Semoga tuhan memelukmu lebih erat hari ini,
Agar kau tahu bahwa aku yang dibumi,
Tak pernah lelah merindu
Jumat, 23 November 2018
Tips menulis untuk pemula
Tips menulis untuk pemula
Biasanya penulis pemula seperti Anda dan saya kebingungan harus mulai darimana untuk meningkatkan kemampuan menulis.
Itu merupakan permasalahan yang sepele. Namun, jika kita bisa membuat
susunan yang sistematis tentang bagaimana memulai tulisan, maka kita
bisa dengan mudah menerapkannya untuk bisa mengasah kemampuan kita dalam
menulis.
Oleh karena itu, saya telah menyusun tips-tips menulis untuk pemula berikut agar bisa Anda gunakan berlatih menulis.
Mulailah dengan menulis apa yang Anda lakukan.
Setiap orang pasti memiliki aktivitas keseharian yang berbeda-beda. Anda bisa menuliskan semuanya dalam satu artikel atau memilah-milah mana kegiatan yang menarik untuk dituliskan.
Setiap orang pasti memiliki aktivitas keseharian yang berbeda-beda. Anda bisa menuliskan semuanya dalam satu artikel atau memilah-milah mana kegiatan yang menarik untuk dituliskan.
Bagi penulis pemula seperti kita, hal tersebut menjadi tantangan
tersendiri bagaimana menyajikan aktivitas kita menjadi menarik untuk
diceritakan.
Jadi, tips menulis untuk pemula yang pertama
adalah tulislah apa yang Anda rasakan, apa yang Anda lihat, apa yang
Anda dengar, Apa yang Anda makan, dan apa yang Anda kerjakan menjadi
sebuah cerita utuh untuk dibaca.
Meskipun terlihat mudah, menuliskan pengalaman kedalam bentuk tulisan
sangatlah membutuhkan kerja otak yang lumayan berat. Bukan menulis satu
artikel saja, tetapi menuliskannya setiap hari secara teratur. Oleh
karena itu, tips menulis untuk pemula yang kedua adalah disiplinlah menulis setiap hari. Untuk memudahkan Anda berlatih menulis, buatlah sebuah blog atau buku diary.
Ingat, jangan menuliskan sesuatu yang terlalu panjang karena kita
sebagai pemula akan merasa kesulitan untuk tetap fokus pada topik.
Tips menulis untuk pemula yang ketiga adalah menulislah dengan kata-kata yang sederhana. Jangan berbelit-belit.Semua itu tidak akan berguna jika Anda tidak memiliki niat untuk belajar menulis yang baik dan benar.
Oleh karena itu, tips menulis untuk pemula yang keempat adalah menulislah sungguh-sungguh. Jangan malas dan menunda-nunda kegiatan menulis Anda.
Bagaimana menyajikan tulisannya?
Anda tidak perlu khawatir tentang bagaimana menyajikan setiap tulisannya. Jika Anda melakukan keempat tips menulis sebelumnya selama 2 bulan penuh, Anda akan menemukan gaya menulis Anda sendiri. Tips menulis untuk pemula yang kelima adalah jangan mengikuti gaya bahasa orang lain. Gaya bahasa Anda akan tercipta dengan sendirinya jika Anda tidak meniru orang lain.
Anda tidak perlu khawatir tentang bagaimana menyajikan setiap tulisannya. Jika Anda melakukan keempat tips menulis sebelumnya selama 2 bulan penuh, Anda akan menemukan gaya menulis Anda sendiri. Tips menulis untuk pemula yang kelima adalah jangan mengikuti gaya bahasa orang lain. Gaya bahasa Anda akan tercipta dengan sendirinya jika Anda tidak meniru orang lain.
Apalah arti tulisan yang bagus jika itu berisi kebohongan yang Anda sajikan demi meraih popularitas. Tips menulis untuk pemula yang keenam adalah tunjukan integritas Anda dengan menulis yang jujur.
Agar pembaca merasa nyaman, maka tips menulis yang ketujuh adalah
lakukan pembagian paragraf. Berlatihlah menyusun paragraf dengan baik.
Kapan Anda menyajikan paragraf panjang dan kapan harus menyajikan
paragraf pendek.
Pembaca terkadang merasa bosan jika Anda menyajikan artikel seperti text book. Tips menulis untuk pemula yang kedelapan adalah gunakan bahasa yang komunikatif. Buatlah tulisan seakan-akan Anda berhadapan dengan pembaca.
Disuatu waktu, mungkin Anda terlalu bersemangat dalam menulis
sehingga tanpa Anda sadari tulisan Anda keluar dari topik. Hal ini
merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula dan memang pantas
untuk dimaklumi. Meskipun demikian, saya tetap memasukannya ke dalam tips menulis untuk pemula yang kesembilan adalah Menulislah dengan spesifik berdasarkan judul yang telah
anda buat.Tulisan yang mengambang jauh dari topik akan membuat pembaca merasa tertipu dan kurang nyaman saat membaca tulisan Anda.
anda buat.Tulisan yang mengambang jauh dari topik akan membuat pembaca merasa tertipu dan kurang nyaman saat membaca tulisan Anda.
Dan tips menulis untuk pemula yang kesepuluh adalah menulislah dengan informasi yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman.Motivasi menulis dan mengembangkan kemampuan menulis Anda
Setelah Anda mampu menciptakan kebiasaan menulis yang baik, kini saatnya membaca motivasi menulis dan bagaimana mengasah tulisan Anda agar berkembang dan semakin tajam.
Tips menulis untuk pemula yang kesebelas adalah
biasakan mencari informasi dulu dengan membaca sebelum menulis.
Informasi dan pengetahuan bisa digunakan untuk membuat kalimat jenius
yang disukai pembaca.
Biasakanlah.
tips menulis untuk pemula yang kedua belas
yaitu menulis tanpa mengedit. Itu disebabkan saat menulis Anda butuh
konsentrasi penuh untuk menyusun kata per kata. Jika Anda mampu usahakan
menulis apa adanya, selesaikan tulisan dulu baru melakukan editing.
Sebagian orang terkadang terlalu sulit menuangkan segala ide-ide
hebat dipikiran mereka dalam bentuk tulisan karena mereka tidak tahu
bagaimana caranya. Tips menulis untuk pemula yang ketiga belas adalah
menulislah sebagaimana Anda berbicara. Buatlah seolah-olah Anda
berbicara dengan orang lain ketika menulis sehingga tidak ada ide yang
terlewat untuk dituliskan.
Cobalah tips menulis untuk pemula yang keempat belas dengan menjawab pertanyaan apa alasan Anda menulis? Tulislah pada satu paragraf utuh tujuan Anda menulis. Kemudian bacalah kembali ketika Anda merasa lelah atau sedang tidak mood menulis. Ini adalah motivasi bagi Anda untuk segera bangkit dan kembali semangat.
Dan tips menulis untuk pemula yang terakhir tanamkan pada pikiran Anda bahwa siapa pun bisa menulis asal mau giat berlatih. Menulis merupakan kemampuan yang membutuhkan kerja keras. Bukan sekedar bakat.
sajak singkat untuk yang sedang jatuh hati.
Bahkan mungkin aku akan menjadi sebelah kaos kakimu yang tertukar,
atau obrolanmu yang hambar.
aku akan menjadi yang paling janggal,ganjil yang akan kau genapkan;
mengeja satu dua hingga gigi saling tanggal.
atau obrolanmu yang hambar.
aku akan menjadi yang paling janggal,ganjil yang akan kau genapkan;
mengeja satu dua hingga gigi saling tanggal.
Indonesia, rumah ?
Oleh : Dini Juarsih Anggraeni & Nur auliya
Hidup ditanah bhineka tunggal ika
Tarian , bahasa , dan budaya melimpah ruah
Wayang , ondel ondel, maupun si gale - gale bisa menjadi aset
Pulau dan lautan yang melukiskan eloknya negri ini
Sayangnya, kebanggaan hanya sekedar tepukan tangan
Gegap gempita ketika menang
Mencaci maki ketika kalah
Dimana media akan memperlihatkanmu ironi
Rakyat yang semakin terjepit kekuasaan
Dan partai yang terus beranak pinak
"Apapun itu, Indonesia rumah kita ", teriak mereka
Lantas,
Mau kau warnai apa rumah ini ?
Merah,
Biru,
Atau kuning
Mereka berebut kuasa atas warna,
menjunjung tinggi setiap budaya
Hingga lupa,
bahwa biru merah bahkan kuningpun
Akan menyatu menjadi si hitam,
Kuat ketika bersama.
Tertulis, untuk kita yang tengah berjuang
Kepada kalian, teman temanku diperantauan. Senang rasanya bergaul dan tertawa bersama kalian. Maklum , aku adalah gadis dari sebuah kota kecil yang baru saja menghirup udara ibukota. Baru merasakan bagaimana macetnya jalanan , dan banyaknya mahluk bertopeng yang tak bisa ditebak bagaimana aslinya.
Mungkin , sebagian besar dari kalianpun merasakan hal yang sama. "Culture shock", orang orang sih bilangnya begitu. Kali ini aku setuju dengan pendapat orang orang hahahaha. Makanan yang tidak cocok dilidah, budaya yang berkebalikan , dan kehidupan yang memaksa kita untuk terus bergerak cepat.
Belum lagi , perkuliahan yang menyita waktu sangat banyak. Aku belum terbiasa dengan asupan 25 sks dengan materi segudang, belum lagi tugas tugas serta kuis yang ah... sulitlah untuk dijelaskan. Mengeluh bahkan tak mempan. Yah.. belum lagi harus bersaing dengan kalian, 37 orang hebat yang mungkin tak bisa aku saingi.
Sempat, aku berfikir bagaimana menjadi orang yang mampu melampaui kalian, dengan kekuatanku yang sangat biasa saja, dan latar belakang bukan sebagai orang yang berkompeten. Sempat merasa jatuh karena nilai nilai dan kesadaranku atas ketidakmumpunian ini.
Tetapi , akhirnya aku sadar. Kenapa harus membandingkan diriku dengan orang lain. Kenapa aku harus iri dengan apa yang tuhan sudah tuliskan. Kenapa tak ku syukuri saja?
toh pada hakikatnya, kita sudah diciptakan dengan porsinya masing masing.
Tuhan, dan kepandaiannya membuat kisah
Dan aku,
Kau temui kini terlempar di antah berantah
Nun jauh dan sulit berjumpa
Memungut serpihan kisah kisah Tuhan yang dicecerkan
Merangkainya menjadi ode
Dan kemudian,
Aku tersenyum
Pernah jatuh, bukan berarti Tuhan membenci
Pernah merangkak, bukan berarti Tuhan tak kasihan
Pernah berusaha kembali berjalan,
Bukan berarti Tuhan tak melihat sebuah usaha
Kembali lagi pada judulku, ia terlalu pandai membuat kisah
Berenang renang aku dalam masalah,
Hingga bertemu sebuah esensi hidup yang ternyata sering aku lupa,
"bersyukur"
Kau temui kini terlempar di antah berantah
Nun jauh dan sulit berjumpa
Memungut serpihan kisah kisah Tuhan yang dicecerkan
Merangkainya menjadi ode
Dan kemudian,
Aku tersenyum
Pernah jatuh, bukan berarti Tuhan membenci
Pernah merangkak, bukan berarti Tuhan tak kasihan
Pernah berusaha kembali berjalan,
Bukan berarti Tuhan tak melihat sebuah usaha
Kembali lagi pada judulku, ia terlalu pandai membuat kisah
Berenang renang aku dalam masalah,
Hingga bertemu sebuah esensi hidup yang ternyata sering aku lupa,
"bersyukur"
Rabu, 17 Oktober 2018
Bolehkah aku kembali ke masa kecil saja?
Embun pagi masih singgah di dedaunan mungil. Berlomba lomba memberikan kesejukan. Mentari yang mulai sayup terlihat samar samar, dan deru para raksasa besi penguasa dunia kini mulai sedikit terdengar. Disana, terlihat wanita sedang duduk menikmati gemericik air sungai yang berlomba menikmati arus, iya itu aku. Aku sedang menikmati alam milik tuhan saat ini. Sedang duduk diatas bebatuan sungai yang dahulu selalu aku singgahi , yang biasanya jadi tempat candaku , bersama teman teman dekil nan tak pantas dilihat. Tapi tak apa, aku tak pernah malu menyebut masa laluku, aku bangga jika aku dulunya bisa berlari menerobos hujan , bermain segala permainan hingga dekil dan tak kenal waktu. Kenangan yang mengalun itu hanya sekedar ingatan belaka. Aku tak bisa menikmati lagi dunia bebasku. Kini hanya aku sendiri , berada dalam perkotak kotakan, teman sejati sulit dicari kini, banyak kawan yang hanya sekedar kawan tetapi tak mengerti. Jujur saja , kala aku minta untuk putar balik waktu dimana aku bebas kesana tanpa gengsi, berlari dengan telanjang kaki, dan bermain bersama sahabat sejati, aku tak ingin berhenti, aku benar benar tak ingin berhenti.
Karena didunia kecilku, aku tak kenal luka, tak kenal cinta yang pada akhirnya hanya menyakitkan.
Disini aku juga tak kenal kawan penghujat, penuh kebohongan belaka. Aku tak perlu patah hati disini, aku tak perlu menangis tersedu untuk orang yang tak menangisiku, aku juga tak kenal jatuh cinta, cinta yang pada akhirnya menghiraukanku, atau yang datang padaku,tapi akhirnya malah pergi juga. Aku bosan dengan kata dusta para orang orang, aku bosan bergelut dengan kegengsian semata yang malah mengubah diri menjadi bukan diriku, aku bosan mencari jati diri tapi tak aku temui . Tuhan , jika boleh aku minta, bisakah aku kembali ke masa kecil saja?
Karena didunia kecilku, aku tak kenal luka, tak kenal cinta yang pada akhirnya hanya menyakitkan.
Disini aku juga tak kenal kawan penghujat, penuh kebohongan belaka. Aku tak perlu patah hati disini, aku tak perlu menangis tersedu untuk orang yang tak menangisiku, aku juga tak kenal jatuh cinta, cinta yang pada akhirnya menghiraukanku, atau yang datang padaku,tapi akhirnya malah pergi juga. Aku bosan dengan kata dusta para orang orang, aku bosan bergelut dengan kegengsian semata yang malah mengubah diri menjadi bukan diriku, aku bosan mencari jati diri tapi tak aku temui . Tuhan , jika boleh aku minta, bisakah aku kembali ke masa kecil saja?
Kamis, 20 September 2018
Terpadamu
Terpadamu
oleh : Dini Juarsih Anggraeni
Terpadamu; luasan bumantara
Tempat tuhan mengasuh sembilu dan anak cucunnya
Terpadamu; luasan bumantara
Tempat tuhan mengasuh sembilu dan anak cucunnya
Aku tulis puisi; muara irama renjang-dikana
Biar habis rinduku seluruh
Biar tenang jalanku akanmu
Rindu adalah rentang kenang
Ruang antara lorong lengang dan huru hara gemintang
Sedang kau berada di ujung pulau
Tiada jalan untukku menjangkau
Maka biarkan aja aku tak henti menulis puisi
Latar untuk segala yang tersembunyi
Dan berharap tuhan lekas menulismu nyata
Agar tak sebatas untaran doa doa
Atau bahagia yang luput dari jamah
Latar untuk segala yang tersembunyi
Dan berharap tuhan lekas menulismu nyata
Agar tak sebatas untaran doa doa
Atau bahagia yang luput dari jamah
Minggu, 16 September 2018
Mengenang adalah keahlianku
Aku menulis ini saat waktu menunjukan pukul 22.58. yah.. Setelah lelah dengan tugas yang menumpuk ini aku rasanya ingin berbagi lagi tentang apa saja yang kurasakan.Mungkin ini tentang kalian, orang orang yang menemani kehidupan rantau pertamaku.
hallo para citizens arsitektur. Tulisan ini berbau flashback,siapkan tissue ya kalian wkwk. pertama kali mengenal kalian digrup angkatan arsitektur sebagai mahasiswa baru yang lugu.Saling berkenalan dan sharing tentang cita cita, amat lugu dan bersahaja. Lalu kita bertemu di masa orientasi kampus, dan kalian para lelaki harus botak licin selama berbulan bulan. Kalian itu juga guru pertamaku soal gambar dan desain. Karna keahlian gambarku sangat minim, kalianlah orang orang yang membantu mengatasi itu.
Seiring berjalannya waktu, tugas besar menghampiri, itulah masa dimana mahasiswa baru adalah nama masa lalu, kita mulai berkutat pada meja gambar hampir 18 jam per hari. Menangis adalah keahlian kedua kita selain membuat denah tipe 36 hahaha.
Kita mulai berkembang,bukan?. Seiring berjalannya waktu, kita berorganisasi, dipimpin pakwo Asep (Bapak Ketuo,rd;Bapak Ketua). Ribut mengenai visi misi dan rasa idealis. Dan kaum lelaki yang menjadi mayoritas ini mulai mengikuti aliran teknik sejati; gondrong.
Kita tidak pernah melakukan segala hal sendirian. Sedih adalah hal yang harus diarungi bersama, dan bahagia adalah tujuan kita semua.
Teman, aku rindu menjadi bagian dari kalian, mengenang ternyata membosankan. bukan tak cinta institusi saat ini, tapi aku memandang kalian dengan cara berbeda, dan kalian merangkulku dengan penuh kehangatan.Jika disini aku menemui sahabat, maka kalian yang kutemui sebelumnya adalah keluarga. Kalian adalah pembentuk mentalku untuk siap menghadapi dunia. Mereka bilang, teknik keras, penuh senioritas, tapi mereka tidak tahu bahwa kutemui banyak cinta disini.
Kau tau apa yang paling ku rindu?
memburu senja bersama kalian. pantai adalah maskot kita. dimana setiap melihatnya ada rekah senyum kita disana. Aku juga rindu kopi hitam penangkal kantuk, disini tak ada yang suka. Kalian siap jadi manusia paling menyenangkan disaat putus cinta. Kalian adalah pacar terbaikku sepanjang masa kuliah disana,tak perlu ku cari lelaki yang menjagaku, karna kalian lebih dari cukup.
Maaf, maaf jika aku meninggalkan kalian. Terimakasih telah menjadi keluarga pertama di perantauan pertama. semoga tuhan mempertemukan kita dimasa masa yang akan datang.Ku tunggu cerita sukses kalian, para orang orang hebat!
Jika kalian membaca ini,
sampaikan pada yang lain,
aku rindu.
Langganan:
Postingan (Atom)
