Translate

Jumat, 23 November 2018

Tertulis, untuk kita yang tengah berjuang

 Kepada kalian, teman temanku diperantauan. Senang rasanya bergaul dan tertawa bersama kalian. Maklum , aku adalah gadis dari sebuah kota kecil yang baru saja menghirup udara ibukota. Baru merasakan bagaimana macetnya jalanan , dan banyaknya mahluk bertopeng yang tak bisa ditebak bagaimana aslinya.

 Mungkin , sebagian besar dari kalianpun merasakan hal yang sama. "Culture shock", orang orang sih bilangnya begitu. Kali ini aku setuju dengan pendapat orang orang hahahaha. Makanan yang tidak cocok dilidah, budaya yang berkebalikan , dan kehidupan yang memaksa kita untuk terus bergerak cepat.

   Belum lagi , perkuliahan yang menyita waktu sangat banyak. Aku belum terbiasa dengan asupan 25 sks dengan materi segudang, belum lagi tugas tugas serta kuis yang ah... sulitlah untuk dijelaskan. Mengeluh bahkan tak mempan. Yah.. belum lagi harus bersaing dengan kalian, 37 orang hebat yang mungkin tak bisa aku saingi.

   Sempat, aku berfikir bagaimana menjadi orang yang mampu melampaui kalian, dengan kekuatanku yang sangat biasa saja, dan latar belakang bukan sebagai orang yang berkompeten. Sempat merasa jatuh karena nilai nilai dan kesadaranku atas ketidakmumpunian ini.

Tetapi , akhirnya aku sadar. Kenapa harus membandingkan diriku dengan orang lain. Kenapa aku harus iri dengan apa yang tuhan sudah tuliskan. Kenapa tak ku syukuri saja?
toh pada hakikatnya, kita sudah diciptakan dengan porsinya masing masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar