Embun pagi masih singgah di dedaunan mungil. Berlomba lomba memberikan kesejukan. Mentari yang mulai sayup terlihat samar samar, dan deru para raksasa besi penguasa dunia kini mulai sedikit terdengar. Disana, terlihat wanita sedang duduk menikmati gemericik air sungai yang berlomba menikmati arus, iya itu aku. Aku sedang menikmati alam milik tuhan saat ini. Sedang duduk diatas bebatuan sungai yang dahulu selalu aku singgahi , yang biasanya jadi tempat candaku , bersama teman teman dekil nan tak pantas dilihat. Tapi tak apa, aku tak pernah malu menyebut masa laluku, aku bangga jika aku dulunya bisa berlari menerobos hujan , bermain segala permainan hingga dekil dan tak kenal waktu. Kenangan yang mengalun itu hanya sekedar ingatan belaka. Aku tak bisa menikmati lagi dunia bebasku. Kini hanya aku sendiri , berada dalam perkotak kotakan, teman sejati sulit dicari kini, banyak kawan yang hanya sekedar kawan tetapi tak mengerti. Jujur saja , kala aku minta untuk putar balik waktu dimana aku bebas kesana tanpa gengsi, berlari dengan telanjang kaki, dan bermain bersama sahabat sejati, aku tak ingin berhenti, aku benar benar tak ingin berhenti.
Karena didunia kecilku, aku tak kenal luka, tak kenal cinta yang pada akhirnya hanya menyakitkan.
Disini aku juga tak kenal kawan penghujat, penuh kebohongan belaka. Aku tak perlu patah hati disini, aku tak perlu menangis tersedu untuk orang yang tak menangisiku, aku juga tak kenal jatuh cinta, cinta yang pada akhirnya menghiraukanku, atau yang datang padaku,tapi akhirnya malah pergi juga. Aku bosan dengan kata dusta para orang orang, aku bosan bergelut dengan kegengsian semata yang malah mengubah diri menjadi bukan diriku, aku bosan mencari jati diri tapi tak aku temui . Tuhan , jika boleh aku minta, bisakah aku kembali ke masa kecil saja?
Karena didunia kecilku, aku tak kenal luka, tak kenal cinta yang pada akhirnya hanya menyakitkan.
Disini aku juga tak kenal kawan penghujat, penuh kebohongan belaka. Aku tak perlu patah hati disini, aku tak perlu menangis tersedu untuk orang yang tak menangisiku, aku juga tak kenal jatuh cinta, cinta yang pada akhirnya menghiraukanku, atau yang datang padaku,tapi akhirnya malah pergi juga. Aku bosan dengan kata dusta para orang orang, aku bosan bergelut dengan kegengsian semata yang malah mengubah diri menjadi bukan diriku, aku bosan mencari jati diri tapi tak aku temui . Tuhan , jika boleh aku minta, bisakah aku kembali ke masa kecil saja?